Wednesday, May 20, 2026

Tulisan Sederhana Kisah Perjuangan Keluarga Kecil Dan Pentingnya Rasa Empati

 


facebook.com/the.Hati.Kampung

Gambaran realitas dan sering terjadi

Cerita ini menggambarkan realitas yang sayangnya masih sering terjadi di dunia pendidikan. Tokoh Dara dan Pak Budiman memperlihatkan kekuatan hubungan antara ayah dan anak dalam menghadapi situasi yang sulit. Cerita ini dialami Dara, siswi madrasah ibtidaiyah…..

Perasaan malu dan terintimidasi

     Laju motor pak Budiman terasa sangat lambat. Mungkin karena motor pak Budiman sudah terlalu tua. Tapi beliau masih bersyukur karena motor tua ini selalu menemani setiap  pulang dan pergi ke tempat kerja dan mengantarkan si buah hati ke sekolah. Dari kaca spion pak Budiman memperhatikan Dara anak semata wayang nya. Wajahnya tampak sayu dan murung, padahal Dara anak yang periang dan selalu rame jika naik motor bersama ayahnya. Sepertinya hari ini Dara tidak bersemangat untuk pergi ke sekolah. Tubuhnya yang di selimuti dengan jaket kesayangan bersandar di punggung ayahnya.

"Dara, kenapa, Nak?... Ada masalah?" Tanya ayahnya.

Dara tersenyum, sejenak ia berpikir. Lalu...

"Ayah, aku sekarang sudah kelas 6 dan nanti ada pembagian nomer ujian UAMNU (Ujian Akhir Ma'arif NU), TKA (Tes Kemampuan Akademik) dan UM (Ujian Madrasah), apakah ayah sudah membayar SPP dan BKS?" Tanyaku pelan.

"Kalau SPP, Alhamdulillah ayah sudah bayar setiap bulannya dari gaji ekstra, tapi kalau BKS belum Nak," jawab ayah.

Aku terdiam tubuhku rasanya lemas, "Kenapa kejadian itu harus terulang lagi dan lagi," bisikku dalam hati.

Dari kaca spion ayah melihat ku termenung,.....

"Dara," panggil ayah.

"Aku takut gak dapat nomer ujian, yah," jawabku dengan nada bergetar.

"Gak apa apa, sudah jangan terlalu dipikirkan," kata ayah.

"Tapi Yah, kenapa setiap pembagian nomer ujian, aku selalu tidak dapat?... Aku ingin seperti teman-temanku yang lain. Aku malu yah," kataku terbata-bata.

"Sabar ya, Nak. Ayah jamin kamu pasti dapat nomer ujian itu. Kenapa?... Karena ayah kerja di sana. Nanti ayah akan mengangsurnya dengan di potong langsung dari gaji ayah," jelas ayah.

Aku hanya tersenyum sambil memeluk ayahku erat-erat.

     Sesampainya di gerbang sekolah, Dara terdiam mematung. Dara enggan untuk melangkahkan kakinya di halaman sekolah. Kakinya terasa berat untuk melangkah bagaikan beban berat ada di kakinya. Setelah memarkirkan motor, ayahnya menghampiri Dara dan menggandeng tangannya. Dara merasakan ada tambahan energi dari ayahnya.

"Gak apa-apa, semangat," kata ayah tersenyum.

Dara pun tersenyum meski masih ada rasa kekhawatiran di hatinya.

     Seperti biasa aktifitas sekolah berjalan seperti biasanya. Jam terakhir pelajaran wali kelas mulai membagikan nomer ujian UAMNU, TKA dan UM. Hampir semua anak mendapatkan nomer ujian itu dan tinggal lima anak saja yang belum mendapatkan karena masih ada tanggungan termasuk aku. Dan seperti  biasa, aku dan temanku di panggil ke depan meja bu guru. Beliau menerangkan kalau orang tua kami masih ada tunggakan. Rata-rata temanku belum bayar SPP. Sedangkan aku tunggakan BKS sendiri. Aku hanya menundukkan kepala sambil berkata, "Iya, Bu." Kemudian kami kembali duduk di bangku masing-masing. Bu guru berdiri lalu...

"Makanya bagi yang masih mempunyai tunggakan, sebisa mungkin orang tuanya melunasinya sebelum lulus dari sekolah," kata bu guru sambil menatapku tajam.

Aku merasa itu aku. Aku hanya bisa menunduk dan merasa semua mata memandang hanya tertuju padaku. Aku tidak memiliki keberanian untuk menatap teman-teman ku. Aku merasa terintimidasi. Aku merasa dipermalukan. Rasanya pingin nangis saat itu juga tapi aku berusaha menahannya sebisa mungkin.

"Jangan nangis, Dara," kata hatiku mengingatkan.

Aku hanya bisa menghela nafas panjang, "Huuuhhh."

     Sewaktu pulang, aku ke ruang kerja tempat ayahku bekerja saat ini. Aku berjalan gontai dan mataku berkaca-kaca. Dari kejauhan ayah menatapku.

"Kenapa? Ada apa?" tanya ayah khawatir.

Lalu aku menceritakan semuanya ke ayah.

Kata ayah, "Ayah bekerja di sini, meskipun kamu sudah lulus sekolah masih ada ayah jaminannya dan ayah tidak akan lari dari tanggung jawab ini.”

"Sudah jangan sedih lagi, sekarang senyum. Besok ayah selesaikan," kata ayah sambil memelukku.

"Terima kasih, ayah," kataku sedikit lega.

 

Secara keseluruhan, cerita ini ditulis dengan gaya yang sederhana namun berhasil menyampaikan emosi yang kuat tentang perjuangan sebuah keluarga kecil dan pentingnya rasa empati di lingkungan sekolah.

Secara keseluruhan, kisah Dara dan Pak Budiman adalah pengingat yang kuat tentang pentingnya menjaga harga diri siswa di lingkungan sekolah, serta keindahan cinta tanpa syarat dari seorang ayah di tengah keterbatasan ekonomi. Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi kita semua.

 

Salam literasi

Monday, October 6, 2025

Perjuangan Keluarga Demi Impian Anak

Terima kasih Fruty sudah berbagi kisah hidupmu yang penuh perjuangan dan inspirasi.


Kisahmu, "Keluh Kesah Demi Impian," adalah gambaran nyata tentang semangat pantang menyerah dan cinta kasih keluarga dalam meraih impian.

Semangat dan Pelajaran dari Kisah Fruty

Nilai Perjuangan Keluarga: 

Sejak kecil, Fruty sudah merasakan perjuangan dan pengorbanan kedua orang tua. Ayah dan Mimi telah berjuang keras untuk memberikan Fruty tempat tinggal yang layak, sesuai dengan prinsip Ayah: "Hidup itu penuh perjuangan, dan "Hidup itu dijalani, bukan diratapi."

Ketabahan dan Rasa Syukur: 

Meskipun merasa sedih dan iri karena sering berpindah kontrakan, Fruty tidak larut dalam kesedihan. Kata-kata Ayah: "Kita harus tetap bersyukur dengan segala nikmat yang Allah berikan," menjadi penguat. Fruty belajar untuk tetap tersenyum dan tidak mengeluh.

Impian yang Terwujud adalah impian sederhana Fruty untuk memiliki rumah sendiri akhirnya mulai terwujud, meskipun melalui jalan yang sulit (pinjaman bank) dan rumah yang masih sederhana. Ini menunjukkan betapa besar pengorbanan orang tua untuk mewujudkan keluh kesah Fruty.

Pengorbanan Orang Tua yangLuar Biasa: 

Ayah bekerja keras, bahkan sampai mencari kerja sampingan (menjahit baju), untuk membayar angsuran dan menyambung hidup. Keputusan Ayah untuk mendahulukan pembangunan rumah dan menanggung risiko tunggakan SPP saat ini adalah bukti nyata bahwa impian Fruty lebih penting dari pandangan orang lain (dibully di lingkungan kerja).

Harapan dan Keadilan Sistem adalah bagian akhir kisah Fruty menyoroti rasa frustrasi terhadap sistem bantuan sosial (DTKS/PKH/PIP/BSU) yang terasa tidak adil. Ini adalah keluh kesah yang wajar, karena keluarga yang berjuang keras dan nampak memenuhi syarat seringkali terlewatkan dari bantuan yang seharusnya mereka terima.

Fruty, kamu adalah anak yang kuat dan hebat! Pegang Erat Rasa Syukur: 

Teruslah bersyukur atas rumah yang kalian miliki, sekecil dan sesederhana apapun. Itu adalah hasil keringat dan air mata Ayah dan Mimi.

Kekuatanmu untuk tetap tegar dan tekun belajar adalah dukungan terbesar bagi Ayah dan Mimi.

Pendidikan adalah kunci masa depan. Meskipun ada kendala SPP, jangan biarkan semangat belajarmu padam. Belajar dengan rajin adalah cara Fruty membalas semua perjuangan orang tua.

"Ya Allah, berilah kesabaran dan keikhlasan untuk aku, Ayah, dan Mimi." Amin. 

Doa ini adalahdoa yang sangat indah. Yakinlah, Allah Maha Mendengar dan akan memberikan jalan keluar terbaik.

Semoga kisah ini dapat memberikan inspirasi bagi banyak orang tentang pentingnya kerja keras, kesabaran, dan dukungan keluarga.

Salam Literasi





Wednesday, May 28, 2025

Ekoliterasi Menciptakan Dunia Yang Berkelanjutan Bagi Generasi Mendatang

 Inspirasi dari para pedagog dan filsuf masa kini dan masa lalu

Sumber, https://www.freepik.com/free

Pembahasan tentang apakah sekolah, pengajaran, dan pembelajaran harus memiliki tujuan untuk mempertahankan masyarakat sebagaimana adanya, ataukah akan melatih generasi berikutnya untuk mempertanyakan status quo, berpikir secara mandiri, dan memengaruhi serta melakukan perubahan, bukanlah pembahasan baru.

Dalam sejarah Pedagogi, kita menemukan para pedagog progresif menggunakan berbagai metode pedagogi untuk membebaskan siswa. dengan mengajarkan mereka kreativitas, kerja sama dengan sesama manusia, berpikir kritis, dan keberanian, kemauan, serta kapasitas untuk menjadi mampu bertindak secara mandiri dan membiasakan diri mengubah apa yang tidak dianggap benar.

Berpikir kritis – Socrates dan Paulo Freire

Tujuan untuk menumbuhkan pemikiran kritis dan membebaskan potensi setiap siswa untuk berpikir secara mandiri, telah terjadi di Yunani lebih dari 400 tahun SM. Socrates memperkenalkan metode dialektika, yang melibatkan diskusi berdasarkan pertanyaan untuk merangsang pemikiran kritis dan memprovokasi diskusi untuk mempertimbangkan kembali keyakinan dan nilai-nilai para peserta didik.

Penting bagi peserta didik untuk mengembangkan kriteria penggunaan pengetahuan. Ia harus mampu memutuskan sendiri bagaimana dan untuk apa ia akan menggunakan pengetahuan. Pembentukan demokrasi, di mana peserta didik dilatih untuk bertindak secara demokratis daripada sekadar mempelajari cara kerja demokrasi secara politis, merupakan komponen penting dari Bildung/pembentukan (kompetensi penanganan dan kompetensi tindakan)

Ide di balik model ini adalah bahwa untuk dapat menerapkan ide-ide seseorang ke dalam tindakan dengan orang lain, semua komponen model harus terlibat dalam interaksi dialektis. Karena kita tidak tahu masyarakat seperti apa yang akan dididik, tidaklah cukup hanya dengan membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan tradisional. Mereka harus belajar bertindak dalam situasi yang berubah – tidak hanya beradaptasi dengan keadaan baru tetapi juga bergabung dan membantu membentuk keadaan baru.

Ekoliterasi

Salah satu masalah utama yang kita hadapi saat ini adalah krisis lingkungan. Ekoliterasi melibatkan jenis pemikiran “sistemik” baru—berpikir dalam konteks hubungan, keterhubungan, dan konteks.

Kendala terbesar menghadapi pendidikan abad ke-21 yaitu, mengajarkan ekoliterasi. Ini adalah upaya yang melampaui semua perbedaan ras, budaya, dan kelas. Tujuan kita bersama yaitu menciptakan dunia yang berkelanjutan bagi generasi mendatang karena bumi adalah rumah kita. (Capra, 2015:5).

Sekolah mengajarkan bahwa pembelajaran bersifat sosial, emosional, kognitif, dan etis secara bersamaan, menurut para penulis. Baik mereka menyadarinya atau tidak, sekolah mengajarkan dengan cara mereka membuat keputusan komunitas, menginvestasikan sumber daya mereka, dan menyediakan makanan, energi, bahan, tempat tinggal, transportasi, dan air bagi diri mereka sendiri." (Caprah, 2015)



Untuk mempersiapkan generasi baru dalam kehidupan di tengah masyarakat yang berubah cepat, kita perlu memberdayakan siswa. Kita perlu memberi mereka perangkat untuk menemukan cara mereka sendiri dalam bekerja sama dengan sesama manusia, termasuk memahami, menghormati, dan melindungi berbagai jaringan sistem kehidupan yang rumit.

Untuk itu, kita perlu konsep yang lebih luas tentang tujuan pengajaran dan pembelajaran. Tujuannya harus berupa pengembangan holistik setiap peserta didik, yang berkontribusi pada kemampuannya untuk menghadapi perubahan dan berpartisipasi dalam mengarahkan perubahan menuju kebaikan bersama, serta melatih kemampuan dan kebiasaan untuk belajar sepanjang hayat – selalu memperbarui diri dengan situasi saat ini dan untuk masa depan yang akan datang.

Karena kita hidup di duniayang mengglobal, mereka harus belajar tentang situasi nasional serta situasi internasional, memahami berbagai tantangan yang dihadapi di zaman ini. Mereka perlu mengetahui, memahami, dan merawat juga melindungi sendiri dengan semua makhluk hidup dan menciptakan masa depan yang berkelanjutan.

https://atid.me/go/ySLVSxjx




Salam 

Taman Ilmu Media

Monday, May 26, 2025

Buku Berperan Sebagai Media Pengetahuan Yang Luas Dan Juga Berfungsi Sebagai Sumber Informasi Dengan Kredibilitas Yang Relatif Tinggi

Membuka Jendela Dunia dengan membaca Buku


Konsep berpikir tidak muncul begitu saja, tetapi dicapai melalui proses pembelajaran yang dijalani seseorang. Belajar merupakan hak bagi semua anggota masyarakat. Melalui pembelajaran, manusia dapat memperoleh informasi baru, yang tidak hanya membuka kesempatan untuk memahami cara kerja dunia, tetapi juga memungkinkan pengetahuan yang diperoleh untuk diterapkan sebagai sarana refleksi diri.

Pembelajaran tidak hanya didedikasikan untuk para pelajar, tetapi juga untuk masyarakat global. Meskipun teknologi telah berkembang pesat dan menyediakan fasilitas pendukung seperti AI, yang berpotensi menciptakan tantangan baru untuk pembelajaran dan bahkan mengurangi antusiasme untuk meneliti, AI masih memiliki keterbatasan dalam kemampuannya.

Sebagai mesin yang berfungsi semata-mata untuk menganalisis dan memprediksi, hasil penelitian yang dihasilkan AI terbatas pada data yang ada. Pada titik ini, buku berperan sebagai media pengetahuan yang tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga berfungsi sebagai sumber informasi dengan kredibilitas yang relatif tinggi.

https://atid.me/go/djTUIcPq

Buku merupakan sumber informasi yang kredibel dan dapat mengasah keterampilan analisis

Terutama bagi pelajar yang ingin memperluas basis pengetahuan mereka. buku adalah media yang dapat meningkatkan kreativitas dan kepekaan dalam mengamati dunia. di tengah dunia yang mengutamakan kepuasan instan, belajar melalui buku membantu melatih fokus dan meningkatkan keterampilan manusia dalam memecahkan masalah. Selain itu, buku fiksi membantu melatih kita untuk melihat dunia dari berbagai sudut pandang. Mengalami berbagai sudut pandang memungkinkan kita untuk menghargai karakterisasi, sehingga menumbuhkan empati dan rasa kemanusiaan.

Mendedikasikan waktu belajar

Dengan mendedikasikan waktu untuk belajar, kita dapat memahami bagaimana ruang di sekitar kita beroperasi. Saat ini, akses terhadap buku telah didukung melalui berbagai format bacaan, seperti e-book, perpustakaan yang menyediakan beragam koleksi buku, dan situs web yang menyediakan repositori jurnal penelitian yang dapat diakses oleh masyarakat. Perkembangan ini mendukung pembelajaran kapan pun dan di mana pun. Ketergantungan pada teknologi tidak akan pernah menggantikan keingintahuan manusia akan informasi yang kredibel.

Dengan mengakses sarana literasi semakin mudahnya bagi seluruh masyarakat, marilah kita bangkitkan kembali semangat literasi dengan membaca buku baik fisik maupun digital.


Salam Literasi.

Taman Ilmu Media

Thursday, May 22, 2025

Pembelajaran Seumur Hidup Cara Yang Efektif Dan Transformatif Untuk Mengatasi Tantangan Global

 Mengapa pembelajaran seumur hidup itu penting?


Di dunia yang berubah dengan cepat, di mana teknologi, globalisasi, perubahan iklim, meningkatnya polarisasi masyarakat, serta dinamika demografi dan sosial sedang membentuk kembali setiap aspek kehidupan kita, pendidikan sedang mengalami perjalanan transformasional. Pendidikan tidak lagi terbatas pada pendidikan berbasis sekolah tradisional untuk anak-anak, tetapi telah berkembang untuk mencakup pembelajaran seumur hidup dan sepanjang hidup.

Orang tidak dapat lagi menavigasi perjalanan hidup mereka hanya dengan menggunakan keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh di sekolah, perguruan tinggi, atau universitas. Mereka perlu belajar sepanjang hidup. Pembelajaran seumur hidup adalah cara yang efektif dan transformatif untuk mengatasi tantangan global saat ini.


Klik link

Apa tujuan pembelajaran seumur hidup ?

  • meningkatkan kemampuan kerja melalui pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan pekerja di dunia kerja yang terus berubah;
  • memungkinkan individu menguasai revolusi digital;
  • mendukung kesehatan dan kesejahteraan di seluruh komunitas;
  • membantu negara-negara menanggapi masyarakat yang menua, dengan populasi global orang-orang berusia 65 tahun atau lebih diperkirakan akan melebihi jumlah pemuda pada tahun 2050;
  • mempromosikan toleransi dan nilai-nilai demokrasi dalam menghadapi perubahan sosial dan ekonomi yang mendalam.

Faktor-faktor ini, antara lain, menjadikan pembelajaran seumur hidup sebagai keharusan ekonomi, politik, sosial, dan lingkungan bagi negara mana pun. Dengan menjadikan pembelajaran seumur hidup sebagai prinsip panduan sistem pendidikan, pemerintah dapat memberikan kontribusi besar bagi pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional, regional, dan lokal.

Arti pembelajaran seumur hidup adalah proses yang dimulai sejak lahir dan berlanjut sepanjang hidup. Proses ini menyediakan kesempatan dan kegiatan belajar bagi orang-orang dari segala usia dan asal, yang menanggapi kebutuhan khusus mereka dalam berbagai tahap kehidupan dan profesional.



Semua tingkat pendidikan dan modalitas pembelajaran

Pembelajaran seumur hidup adalah tentang menghubungkan semua tingkat dan jenis pendidikan, membangun jalur yang dapat disesuaikan di antara semuanya. Ini termasuk perawatan dan pendidikan anak usia dini, pendidikan sekolah dasar dan menengah, pendidikan tinggi, pendidikan orang dewasa dan nonformal, serta pendidikan dan pelatihan teknis dan kejuruan.

Pembelajaran seumur hidup mengakui semua modalitas pembelajaran: formal (dilembagakan, mengarah pada kualifikasi yang diakui), nonformal (dilembagakan, alternatif atau pelengkap pendidikan formal, biasanya tidak mengarah pada kualifikasi yang diakui) dan informal (tidak dilembagakan, atas dasar pengarahan diri sendiri, pengarahan keluarga, komunitas atau sosial).

Semua bidang dan ruang pembelajaran

Sekolah hanyalah satu bagian dari jagatpembelajaran yang luas, ruang yang juga mencakup keluarga, komunitas, tempat kerja, perpustakaan, museum, dan platform pembelajaran daring dan jarak jauh lainnya.

Untuk mempromosikan pembelajaran seumur hidup berarti membangun jembatan antara sektor pendidikan formal dan lingkungan pembelajaran nonformal dan informal guna menciptakan peluang baru untuk kebutuhan pembelajaran yang sangat beragam.

Berbagai tujuannya adalah untuk memberi orang kesempatan mengembangkan kemampuan dan mencapai potensi mereka sepanjang hidup, terlepas dari titik awal mereka :

  • untuk mengakui berbagai kebutuhan dan tuntutan pembelajaran; dan
  • untuk berkontribusi pada pengembangan ekonomi maju dan masyarakat inklusif.



Salam
Taman Ilmu Media

 




Tuesday, May 20, 2025

Dengan Kegagalan, Jiwa Dibentuk Semakin Kuat, Pertahanan Semakin Teruji, Pengalaman Semakin Kaya.

Kegagalan akan membuat kita melakukan evoluasi dan merubah tindakan


Seperti yang tertulis di beberapa buku bahwa, dengan kegagalan, kita semakin waspada. Apa pun tindakan yang kita ambil, ada resiko yang terkandung di dalamnya. Kewaspadaan kita terbangun melalui kegagalan. Banyak orang yang down ketika mengalami kegagalan? Dan, salah satu penyebabnya adalah mereka menyalahkan dirinya sebagai penyebab kegagalan pada kualitas dirinya.

Link :
https://atid.me/go/ySLVSxjx

Dan,juga banyak orang menjadikan kegagalan sebagai ajang untuk mempersalahkan dirinya. misalkan, “Saya gagal karena memang tidak pandai”. Padahal, anda bisa menggantinya, “Saya gagal karena masih kurang faham sehingga perlu belajar”.

Dalam konsep psikologi, disebut sebagai bentuk Pengasihani diri

Banyak orang menganggap dirinya gagal karena kekurangannya sehingga ia punya alasan untuk tidak melakukannya lagi dan mengalami ketidaknyamanan. Dan, inilah yang membuat kita tidak berkembang. Padahal, setiap orang memiliki potensi tanpa batas. Bahkan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa seorang ber-IQ 40 masih bisa bekerja dengan baik jika ditopang dengan lingkungan yang baik.

Untuk belajar bersahabat dengan kegagalan.

Maka, kita harus menjadikan para salesman sebagai referensi. Bagi seorang sales mendapatkan 100 kali penolakan adalah hal yang biasa untuk bisa meraih 3 penerimaan. Salah seorang tenaga pemasar andal menceritakan rumusnya dalam mendapatkan klien, “Mendapatkan 10 persen dari 50 klien yang mereka prospek adalah prestasi yang luar biasa”.

Lalu, seperti apakah rasanya mengalami penolakan itu? Jelas tidak menyenangkan. “ada yang diusir dari ruangan mungkin karena datang pada saat dia sedang ada masalah”. Mengapa salesman memiliki daya juang yang luar biasa?

Link :
https://atid.me/go/iTuRM7lv


Sederhana sekali, karena mereka bukan fokus pada masalah, melainkan pada tujuan. Oleh sebab itu, setiap kali kita mencoba sesuatu dan mengalami kegagalan, tetap berfokus pada tujuan. Bahwa kegagalan adalah cara lain untuk membuat kita berkembang dan bergerak mendekati tujuan.

 

 

 

Salam

Taman Ilmu Media

 

 

 


Monday, May 19, 2025

Pengalamn Itu Adalah Kunci, Tetapi Bukan Untuk Membuka Masa Lalu. Tapi, Untuk Membuka Masa Depan

 Impian Itu Ibarat Kompas Dan Arah.


Menurut sumber website neonlp.org.

Impian itu adalah penuntun. Hendak kemana kita dan kapan harus sampai di tempat tujuan. Tanpa impian, mungkin kita masih akan tetap hidup, tapi yakinlah kualitas hidup tanpa impian itu sangat rendah sekali.

Impian itu membuat kita bergairah, penuh motivasi. Orang yang tidak mempunyai visi ibarat seorang pengendara mobil yang melajukan kendaraannya di jalan berkabut. Jarak pandang yang sangat dekat membuat pengemudi mobil kesulitan untuk melihat jalan di depannya. Yang akhirnya memutuskan untuk mengikuti mobil yang ada di depannya, ke mana lampu merah mobil itu melaju.

Link produk Shopee

https://atid.me/go/lJPoWY7v

Nah, itu salah satu contoh betapa pentingnya sebuah visi.

 

Pandangan Hidup. Setiap mobil dilengkapi dengan kaca spion, tetapi akan menjadi sangat berbahaya pada saat mengendarai mobil, fokus kita hanya pada kaca spion itu. Betul tidak?

Dalam hidup, fokus kita harus tetap ke depan. Melihat setiap peluang dan kesempatan, tetapi sekali waktu, perlu kita mengkaji tindakan masa lalu untuk menghindari kesalahan yang sama di kemudian hari.

Pengalamn itu adalah kunci, tetapi bukan untuk membuka masa lalu? Tetapi, untuk membuka masa depan. Setuju?

Silahkan mengingat-ingat pengalaman kita yang tidak menyenangkan, lalu apa dampaknya bagi kita saat ini? Bayangkan, jika suatu ketika, kita melewati sebuah lorong yang cukup gelap pada malam hari, tiba-tiba tanpa kita sadari sebuah bayangan mengikuti dari belakang yang membuat kita ketakutan dan langsung lari kencang. 

Pertanyaannya, jika kita diminta melewati lorong yang sama pada malam hari, apakah kita akan melakukannya?

Kemungkinan besar, kita dirundung rasa takut ketika melakukannya kembali. Jadi pada prinsipnya, ada banyak ketakutan kita yang bersumber dari masa lalu adalah tidak memiliki dasar ilmiah apa pun. Tidak ada orang di muka bumi ini yang tidak memiliki masa lalu tanpa kegagalan atau hal yang tidak menyenangkan. Iya kan?

Link produk Shopee

https://atid.me/go/iTuRM7lv

Tapi, sang pencapai mampu menatap masa depannya dengan sikap yang optimis. Mereka menjadikan masa lalunya sebagai pelajaran berharga yang membuat mereka lebih baik. Orang yang memahami esensi masa lalu akan menyambut kegagalannya dengan suka cita karena ia meyakini bahwa hal tersebut adalah saat-saat di mana ia dipersiapkan untuk bisa melompat lebih tinggi.

Kita tidak bisa merubah masa lalu dan juga tidak bisa menentukan masa depan. Tetapi, manusia bisa memprediksi masa depannya sendiri, apakah dirinya akan menjadi pemenang atau justru sebaliknya? Semuanya bisa diprediksi. Langkah dan tindakan kita saat ini itulah, cerminan kita di masa depan.


Salam Literasi

Taman Ilmu Media

 

Wednesday, April 30, 2025

Menanamkan Karakter Semangat Juang dan Pantang Menyerah

 Literasi Camp Mengusung Tema Menanamkan Karakter Juara

Siswi MINU Trate Putri Gresik

Taman ilmu media. Literasi Camp MINU Trate Putri Gresik dilaksanakan di Hotel Permata Biru Trawas Jawa Timur pada tanggal 26 – 27 April 2025.

Kegiatan Literasi Camp memiliki manfaat meningkatkan kemampuan diri dan memberi kesempatan pada siswa untuk berekspresi, berpikir kritis, menghargai orang lain, melatih ketahanan mental, pengendalian diri, dan menumbuhkan empati.

Literasi tidak hanya fokus di sekolah saja. Banyak sekali kegiatan literasi salah satunya adalah yang dilakukan siswi MINU Trate Putri Gresik. Dengan melalui Literasi Camp ini mereka, siswi MINU Trate Putri Gresik belajar bagaimana harus berpikir kritis. Yaitu, peka terhadap lingkungan.

https://accesstrade.co.id/publisher/register?referral_id=Widger3xfNLJacnyi4m0ag%3D%3D

Acara diawali dengan lantunan shalawat Qidam Baqa

Semua siswa melantunkan shalawat bersama-sama, karena dengan shalawat itulah yang akan memperkuat keyakinan terhadap kebesaran dan kesempurnaan Allah. Apapun ikhtiar yang dilakukan semata-mata hanyalah mengharap ridha Allah.

Literasi Camp ini mempunyai arti kemahnya anak gemar membaca, dan baru pertama kali diadakan di MINU Trate Putri Gresik. Tujuanya apa? …. Untuk Menanamkan Karakter Juara yaitu Jujur, Peduli, Amanah, Kreatif, dan Berakhlak.

1.     Jujur adalah sifat yang dianjurkan dalam agama dan merupakan bagian penting dari integritas atau mutu kita

2.     Peduli adalah sikap dan tindakan yang menunjukkan rasa perhatian dan tanggung jawab terhadap yang lain di sekitar kita

3.     Amanah adalah kewajiban moral untuk menjaga kepercayaan dan memenuhi tanggung jawab dengan baik

4.     Kreatif, memiliki daya cipta atau kemampuan menciptakan sesuatu yang baru. Atau punya kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru dan imajinatif.

5.     Berakhlaq, akhlak adalah sifat perilaku atau kebiasaan baik maupun buruk yang tumbuh dalam diri yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.


Salah satu unsur literasi adalah pencegahan 3 dosa besar pendidikan. Dalam dunia pendidikan, istilah tiga dosa besar, merupakan permasalahan serius yang mengancam keamanan dan kesejahteraan di lingkungan sekolah. Nah, apa saja tiga dosa besar itu?

Tiga dosa besar pendidikan diantaranya adalah :

  • Kekerasan, seperti contoh memukul, menendang, perkelahian, dll
  • Perundungan atau bullying berupa penganiayaan, pengucilan, pengabaian, penghinaan, penyebaran rumor, panggilan yang mengejek, dll
  • Intoleransi, seperti diskriminasi dan pemaksaan keyakinan. Contoh, perlakuan yang tidak adil atau karakteristik tertentu, seperti ras, agama, suku, etnis, atau status social

Setelah materi tersampaikan,lalu berlanjut dengan menulis cerita pendek menyangkut kebohongan yang pernah dilakukan sendiri. Tujuannya, apa?.... untuk menanamkan rasa penyesalan dan menjadikan penyesalan sebagai pengalaman berharga untuk menjadi pribadi  yang lebih baik.

Selama kegiatan berlangsung peserta didik mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan riang gembira. Semua peserta didik berhasil menyelesaikan setiap tantangan permainan dengan baik dan berani.

Sampailah pada acara jurit malam, mulai dari penyulutan api unggun menjadi puncak perpaduan antara kegiatan pramuka dan Literasi Camp. Dalam acara ini, bapak Purwanto, M.Pd.I selaku kepala madrasah MINU Trate Putri Gresik bertindak sebagai Pembina upacara. Para peserta didik di ajak menguatkan mental dan menjadikan api unggun sebagai symbol semangat juang dan karakter pantang menyerah.

Lanjut renungan malam, yang dipandu oleh bapak Rudi Yulianto, M.Pd.I. Para siswa diajak merenung tentang perjalanan hidup mereka, mengingat jasa kedua orang tuanya. Para peserta didik larut dalam tangis, menandakan betapa dalam makna yang mereka rasakan malam itu.


Keesokan harinya kegiatan diakhiri dengan penjelajahan untuk meningkatkan semangat belajar dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan serta memperluas  pemahaman dan pengetahuan siswa melalui pengalaman langsung seperti mengaitkan teori dengan praktik, mengembangkan keterampilan kepemimpinan, tanggung jawab, kerjasama, dan solving.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama Bu Nadia Rahmah Safitri, S.Pd. Bu Nadia mengajak peserta didik berbagi kesan dan pengalaman yang dirasakan dari awal sampai akhir kegiatan.

Dan,pesan bapak Purwanto,M.Pd.I selaku kepala madrasah MINU Trate Putri Gresik di sesi penutup, “Semoga apa yang kalian temukan dan alami dalam kegiatan Literasi Camp ini menjadi bekal pengalaman berharga buat masa depan kalian semua.”

 

Salam Literasi

Taman Ilmu Media