Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Wednesday, May 20, 2026

Tulisan Sederhana Kisah Perjuangan Keluarga Kecil Dan Pentingnya Rasa Empati

 


facebook.com/the.Hati.Kampung

Gambaran realitas dan sering terjadi

Cerita ini menggambarkan realitas yang sayangnya masih sering terjadi di dunia pendidikan. Tokoh Dara dan Pak Budiman memperlihatkan kekuatan hubungan antara ayah dan anak dalam menghadapi situasi yang sulit. Cerita ini dialami Dara, siswi madrasah ibtidaiyah…..

Perasaan malu dan terintimidasi

     Laju motor pak Budiman terasa sangat lambat. Mungkin karena motor pak Budiman sudah terlalu tua. Tapi beliau masih bersyukur karena motor tua ini selalu menemani setiap  pulang dan pergi ke tempat kerja dan mengantarkan si buah hati ke sekolah. Dari kaca spion pak Budiman memperhatikan Dara anak semata wayang nya. Wajahnya tampak sayu dan murung, padahal Dara anak yang periang dan selalu rame jika naik motor bersama ayahnya. Sepertinya hari ini Dara tidak bersemangat untuk pergi ke sekolah. Tubuhnya yang di selimuti dengan jaket kesayangan bersandar di punggung ayahnya.

"Dara, kenapa, Nak?... Ada masalah?" Tanya ayahnya.

Dara tersenyum, sejenak ia berpikir. Lalu...

"Ayah, aku sekarang sudah kelas 6 dan nanti ada pembagian nomer ujian UAMNU (Ujian Akhir Ma'arif NU), TKA (Tes Kemampuan Akademik) dan UM (Ujian Madrasah), apakah ayah sudah membayar SPP dan BKS?" Tanyaku pelan.

"Kalau SPP, Alhamdulillah ayah sudah bayar setiap bulannya dari gaji ekstra, tapi kalau BKS belum Nak," jawab ayah.

Aku terdiam tubuhku rasanya lemas, "Kenapa kejadian itu harus terulang lagi dan lagi," bisikku dalam hati.

Dari kaca spion ayah melihat ku termenung,.....

"Dara," panggil ayah.

"Aku takut gak dapat nomer ujian, yah," jawabku dengan nada bergetar.

"Gak apa apa, sudah jangan terlalu dipikirkan," kata ayah.

"Tapi Yah, kenapa setiap pembagian nomer ujian, aku selalu tidak dapat?... Aku ingin seperti teman-temanku yang lain. Aku malu yah," kataku terbata-bata.

"Sabar ya, Nak. Ayah jamin kamu pasti dapat nomer ujian itu. Kenapa?... Karena ayah kerja di sana. Nanti ayah akan mengangsurnya dengan di potong langsung dari gaji ayah," jelas ayah.

Aku hanya tersenyum sambil memeluk ayahku erat-erat.

     Sesampainya di gerbang sekolah, Dara terdiam mematung. Dara enggan untuk melangkahkan kakinya di halaman sekolah. Kakinya terasa berat untuk melangkah bagaikan beban berat ada di kakinya. Setelah memarkirkan motor, ayahnya menghampiri Dara dan menggandeng tangannya. Dara merasakan ada tambahan energi dari ayahnya.

"Gak apa-apa, semangat," kata ayah tersenyum.

Dara pun tersenyum meski masih ada rasa kekhawatiran di hatinya.

     Seperti biasa aktifitas sekolah berjalan seperti biasanya. Jam terakhir pelajaran wali kelas mulai membagikan nomer ujian UAMNU, TKA dan UM. Hampir semua anak mendapatkan nomer ujian itu dan tinggal lima anak saja yang belum mendapatkan karena masih ada tanggungan termasuk aku. Dan seperti  biasa, aku dan temanku di panggil ke depan meja bu guru. Beliau menerangkan kalau orang tua kami masih ada tunggakan. Rata-rata temanku belum bayar SPP. Sedangkan aku tunggakan BKS sendiri. Aku hanya menundukkan kepala sambil berkata, "Iya, Bu." Kemudian kami kembali duduk di bangku masing-masing. Bu guru berdiri lalu...

"Makanya bagi yang masih mempunyai tunggakan, sebisa mungkin orang tuanya melunasinya sebelum lulus dari sekolah," kata bu guru sambil menatapku tajam.


Aku merasa itu aku. Aku hanya bisa menunduk dan merasa semua mata memandang hanya tertuju padaku. Aku tidak memiliki keberanian untuk menatap teman-teman ku. Aku merasa terintimidasi. Aku merasa dipermalukan. Rasanya pingin nangis saat itu juga tapi aku berusaha menahannya sebisa mungkin.

"Jangan nangis, Dara," kata hatiku mengingatkan.

Aku hanya bisa menghela nafas panjang, "Huuuhhh."

     Sewaktu pulang, aku ke ruang kerja tempat ayahku bekerja saat ini. Aku berjalan gontai dan mataku berkaca-kaca. Dari kejauhan ayah menatapku.

"Kenapa? Ada apa?" tanya ayah khawatir.

Lalu aku menceritakan semuanya ke ayah.

Kata ayah, "Ayah bekerja di sini, meskipun kamu sudah lulus sekolah masih ada ayah jaminannya dan ayah tidak akan lari dari tanggung jawab ini.”

"Sudah jangan sedih lagi, sekarang senyum. Besok ayah selesaikan," kata ayah sambil memelukku.

"Terima kasih, ayah," kataku sedikit lega.

 

Secara keseluruhan, cerita ini ditulis dengan gaya yang sederhana namun berhasil menyampaikan emosi yang kuat tentang perjuangan sebuah keluarga kecil dan pentingnya rasa empati di lingkungan sekolah.

Dan, kisah Dara dan Pak Budiman adalah pengingat yang kuat tentang pentingnya menjaga harga diri siswa-siswi di lingkungan sekolah, serta keindahan cinta tanpa syarat dari seorang ayah di tengah keterbatasan ekonomi. Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi kita semua.

 

Salam literasi

Sunday, March 9, 2025

Lomba Hifdzil Qur’an Jawa Timur

Diam, Tapi Hafalannya Menggema! Khadijah Silmi Kaffa Efendi Taklukkan Lomba Hifdzil Qur’an Jawa Timur


Khadijah Silmi Kaffa Efendi (Siswi MINU Trate Putri Gresik) 

Gresik, (08/03/25) – Ramadan tahun ini menjadi penuh berkah bagi Khadijah Silmi Kaffa Efendi, siswi MINU Trate Putri Gresik kelas 3 SMART TAHFIDZ. 

Di tengah suasana ibadah dan keutamaan bulan suci ini, dengan hafalan yang luar biasa, suara yang penuh penghayatan, serta cengkok khas yang dimilki. Silmi sukses meraih Juara 1 Lomba Hifdzil Qur’an Juz 1, 2, dan 3 dalam event Festival Berkah Ramadhan yang diselenggarakan oleh MGMP Qurdis Kemenag Jatim tingkat MI se-Jawa Timur.

Yang menarik, Silmi dikenal sebagai pribadi pendiam dan tak banyak bicara.

Namun, begitu ia mulai melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, siapa pun yang mendengar akan dibuat merinding oleh kekuatan suaranya. Hal ini pun diakui oleh Bapak Purwanto, M.Pd.I, selaku Kepala MINU Trate Putri Gresik.

"Silmi ini anaknya pendiam, tidak banyak bicara. Tapi sekali ia melantunkan hafalannya, suaranya menggetarkan hati. Power suaranya dan cengkok khasnya selalu berhasil mencuri hati para juri," ujarnya dengan bangga.

Lomba yang diikuti oleh peserta dari seluruh Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Jawa Timur ini menjadi ajang pembuktian bahwa kerja keras, ketekunan, dan keikhlasan dalam menghafal Al-Qur’an akan membuahkan hasil terbaik.

Keberhasilan Silmi bukan hanya membanggakan keluarga dan sekolah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai dan menghafal Al-Qur’an.

Selamat untuk Khadijah Silmi Kaffa Efendi! 

Semoga prestasi ini menjadi langkah awal menuju keberkahan dan kesuksesan yang lebih besar di masa depan!



Salam Literasi

Taman Ilmu Media

Saturday, August 24, 2024

Perbaikan Pada Esai Atau Tulisan Yang Perlu Diperhatikan

 Pertanyaan-pertanyaan yang harus kita jadikan panduan

Siswi MINU Trate Putri Gresik

Setelah menulis esai atau karangan, tugas kita adalah memperbaiki tulisan tersebut. Kegiatan perbaikan ini sering juga disebut revisi. Apa yang perlu diperbaiki. Ada empat aspek yang perlu kita perhatikan dan perlu ditingkatkan, yaitu: aspek isi, aspek kebahasaan, aspek ejaan dan tanda baca, serta aspek teknis.

Aspek isi menyangkut ide-ide yang kita kemukakan secara tertulis sehingga kita mempunyai pegangan untuk memperbaiki aspek isi.


Kita dapat menggunakan pertanyaan-pertanyaan berikut sebagai panduan :

1.  Apakah isi esai kita sistematis, baik dari segi hubungan logis maupun hubungan kronologisnya
2. Apakah isi karangan kita lengkap dalam arti gagasan ide-ide yang diturunkan sesuai dengan kebutuhan kita
3. Apakah isi esai kita akurat dalam artian pokok-pokok gagasan kita diukur dengan benar dari apa yang dibutuhkan

Dan memadai tidaknya isi esai diukur dari kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh calon pembaca. Aspek kedua adalah bahasa. Kita dapat menggunakan pertanyaan-pertanyaan berikut sebagai panduan:

1. Apakah ragam bahasa yang kita gunakan sesuai dengan ragam yang dibutuhkan dalam tulisan

2. Apakah kata-kata yang kita gunakan termasuk kata yang tepat diukur dari pilihan kata atau diksi
 3. Apakah kalimat-kalimat tersebut termasuk kalimat efektif, baik diukur dari kejelasan gagasan, variasi kalimat, atau diukur dari kaidah struktur kalimat

Aspek ketiga adalah ejaan dan tanda baca. Untuk meningkatkan ejaan dan tanda baca, pertanyaan-pertanyaan berikut berguna bagi kita sebagai penulis :

1. Apakah ejaan yang kami gunakan dalam draft sudah sesuai dengan kaidah ejaan yang berlaku sebagaimana diatur dalam ejaan bahasa Indonesia penyempurnaan
2. Apakah tanda baca pada kata yang kita gunakan mengikuti kaidah penggunaan tanda baca sebagaimana diatur dalam ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan

Nah aspek keempat yang perlu kita tingkatkan adalah teknik menulis. Bagaimana? Tekniknya menyangkut penggunaan margin (kiri, kanan, atas, bawah). Teknik penomoran, teknik pengutipan, dan teknik tampilan visual. Seperti tabel, organigram, diagram gambar, dan denah.

Yang kita gunakan sebagai panduan untuk meningkatkan setiap teknik adalah sebagai berikut :

1. Apakah angka yang kita gunakan sudah sesuai dengan sistem penomoran yang benar
2. Apakah penulisan daftar pustaka sudah sesuai dengan ketentuan teknis penulisan daftar pustaka
3. Apakah kutipan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam teknik penulisan kutipan pustaka
4. Apakah tampilan informasi visual sudah sesuai dengan ketentuan teknik tampilan informasi visual

 

 

 By. Taman Ilmu Media